Kamis, 12 Februari 2009

Pemerintah Belum Berpihak pada Rakyat Miskin

SURYA/ABDUS SYUKUR
Meringis dengan nafas tersengal ketika terinjak dan terhimpir di pagar ketika berebut zakat dari dermawan bernama H Saikhon di Gang Pepaya, Jalan dr Wahidin, Kelurahan Purutrejo, Purworejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Senin (15/9).
/
Artikel Terkait:

* Anak Kedua Dermawan Pasuruan Jadi Tersangka
* Presiden: Buat Model Zakat Langsung yang Aman
* Satu Lagi Korban Pasuruan Kritis
* Tragedi Zakat Pasuruan Jangan Terulang Lagi
* Pemberian Zakat Seharusnya Melalui Badan Amil Zakat

Selasa, 16 September 2008 | 17:28 WIB

JAKARTA, SELASA - Menanggapi tewasnya 21 orang ketika berdesakan mengantre zakat senilai Rp 20.000 di mushala di sebuah gang di Pasuruan, Jawa Timur, Juru Bicara Serikat Rakyat Miskin Indonesia, Hendri Anggoro (bukan Juru Bicara Jakarta Center for Street Children seperti diberitakan sebelumnya) mengatakan, hal tersebut merupakan akibat dari sebuah sistem pemerintahan yang tidak berpihak kepada rakyat miskin.

"Mereka merupakan rakyat tidak mampu. Itulah sebabnya mereka berjam-jam mengantre zakat yang hanya bernilai Rp 20.000," ujar Hendri kepada Kompas.com, Selasa (16/9) di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia cabang Jakarta.

Menurutnya, kondisi akan berbeda jika kondisi perekonomian di pedesaan maju. "Jika pemerintah memberikan subsidi dan insentif kepada para petani miskin, serta membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya dengan cara membangun pabrik-pabrik di desa-desa, tentunya kondisinya akan berbeda," kata Hendri.

Hendri menambahkan, pemerintah saat ini hanya berkonsentrasi membangun perekonomian di daerah-daerah besar saja, dan melupakan perekonomian di pedesaan.

Tidak ada komentar: