Rabu, 22 April 2009

Pernyataan SIkap SPM

PENGURUS HARIAN – SERIKAT PENGAMEN MERDEKA
(PH – SPM)
Jl. Kampung Guji Baru Rt 04/02 No. 19 Duri Kepa Kebon Jeruk Jakarta 11510
Tlp : 021-68623365 / 0813.111.78146
Email : serikat_pengamen_merdeka@...

HIDUP SUDAH SUSAH, CARI DUIT DI UBER-UBER TRANTIB,
AYO BERSATU! TUNTUT TANGGUNG JAWAB SUTIYOSO- SBY-KALLA !

Beberapa bulan ini, kita masih menyaksikan penangkapan tehadap para pengamen, anak jalanan, pengemis dan Pekerja Seksual Komersial (PSK). Sepertinya, para pejabat kita sudah buta dan tuli mata hatinya. Mereka tidak mengerti kalo kehidupan rakyat miskin di negeri ini sedang susah. Cari duit susah, lapangan kerja tidak disediakan oleh pemerintah. Tapi, selalu saja gembel jalanan diuber dan ditangkapi. Parahnya, orang-orang yang mencari uang besar-besaran dengan korupsi, menyelewengkan uang dan harta negara, masih saja dibiarkan, tak ada penyelesaian¾yang diadili cuma yang recehan, atau pura-pura diadili lalu dibebaskan, atau dihukum ringan, atau malah sama sekali tak diperhatikan.
Menurut pengakuan para gembel jalanan yang pernah kami bela, mereka mengatakan: “Para gembel jalanan (yang tertangkap) sering mendapatkan siksaan dan pemerasan. Baik yang dilakukan oleh APARAT TRANTIB ataupun SIPIR penjara KEDOYA, PONDOK BAMBU dan CIPAYUNG”. Satu contoh, misalnya, apa yang pernah dialami oleh Bapak Sutikno: ketika itu ia yang berprofesi sebagai pengemis tertangkap oleh TRANTIB di Pasar Rumput, Manggarai. Selama dalam penahanan di Kedoya dan Pondok Bambu ia meyaksikan adanya pemerasan dan penyiksaan yang dilakukan oleh salah seorang kepala penjara terhadap para gembel yang ditahan.
Contoh lainnya, kamis (25/5), media massa memberitakan nasib malang telah menimpa seorang bocah gembel. Permana, bocah gembel jalanan yang sedang mencari nafkah dengan cara bekerja sebagai tukang sapu di Kereta Api Bisnis Sawunggaling (Kuntoharjo-Jakarta), tidak bisa ngumpet saat sejumlah anggota Polsuska berkeliling. Permana kepergok berada didekat pintu. Tubuhnya di tendang keluar kereta oleh seorang Petugas POLSUSKA. Malang, tubuhnya menyangkut di peron sehingga di hajar gerbong dibelakangnya. Akibatnya nyawa Permana tidak dapat diselamatkan, meski sempat di bawa ke RS Islam Pondok Kopi dan RSCM. Yang menyedihkan pihak kepolisian tidak sungguh-sungguh mengusut kasus ini.
Dalih yang sering digunakan oleh pemerintah untuk melakukan pengusiran, penangkapan dan tindak kekerasan terhadap gembel jalanan adalah karena kami—gembel jalanan—dianggap telah mengotori dan menganggu kenyamanan Ibu Kota. Padahal, kemiskinan yang terjadi di Ibu Kota di sebabkan karena pemerintah tidak sanggup menciptakan lapangan kerja di desa-desa; atau karena pemerintah tak mampu mensejahterakan rakyatnya. Oleh karena itu, tidak salah jika kita bangkit berjuang melawan segala bentuk ketidakadilan yang selalu menimpa gembel jalanan.
SBY-KALLA, apalagi Sutiyoso, si Gubernur penindas Rakyat, mereka sama sekali tidak pernah memperdulikan nasib rakyat miskin di jalanan, buktinya mereka malah memerintahkan TRANTIB untuk menangkapi gembel jalanan. Mereka adalah musuh bagi gembel jalanan. Oleh karena itu tak ada cara lain untuk menghentikan perilaku mereka yang jahat ini selain bersatu dalam wadah perjuangan dan melancarkan aksi DEMONSTRASI.
Saatnya kita, kaum miskin jalanan, bangkit berjuang menunjukkan sikap kepada mereka para pejabat-pejabat keparat yang selalu memerintahkan TRANTIB untuk melakukan penangkapan dan pengarukan terhadap kita orang-orang miskin di jalanan. Tunjukakan pada mereka bahwa kita, gembel jalanan, tidak boleh lagi di sepelekan dan dipermainkan. Bahwa kita akan mengajak semua gembel jalanan di jakarta untuk beramai-ramai mengadakan aksi unjuk rasa. Bahwa kita akan selalu meneriakan: hentikan penindasan terhadap kami, gembel jalanan.
Oleh Karena itu segera bergabung dan berjuang bersama kami. Ingat pada tanggal 29 Juni 2006 kami, Serikat Pengamen Merdeka (SPM), akan mengadakan aksi unjuk rasa ke kantor Dinas Bina Mental DKI dan DPRD DKI Jakarta, untuk menuntut:


1. Hentikan penangkapan terhadap Pengamen, Anak Jalanan, Pengemis dan PSK.
2. Sediakan lapangan kerja untuk seluruh rakyat.
3. Bubarkan TRANTIB.
4. Hentikan kekerasan terhadap Pengamen, Anak Jalanan, Pengemis, Gembel dan PSK.
5. Tangkap dan Adili para pelaku kejahatan tindak kekerasan terhadap Pengamen, Anak Jalanan, Pengemis, Gembel dan PSK.


Sehubungan dengan rencana di atas, kami mengajak semua kawan-kawan untuk bersatu dan bergabung dalam aksi kami. Segera hubungi cabang-cabang kami untuk mendaftarkan diri sebagai pendukung aksi.

GULINGKAN SUTIYOSO GUBERNUR PENINDAS RAKYAT !
AYO BERNYANYI, BERORGANISASI, DAN TURUN KE JALAN REBUT HAK-HAK MU !

Jakarta, 31 Mei 2006
Mengetahui,



Guntoro
Sekjen


Hitam dan Putih

( karya: Panjoel )

Dunia penuh dengan warna noda-noda yang telah luntur
Kebenaran dan keadilan penuh dengan kebisuan-kebisuan hukum
Karena sudah tidak ada lagi kebenaran dan keadilan untuk negeri ini
Jiwa dan raga kita telah tercabik-cabik oleh kekuatan musuh
Dan akhirnya anak generasi terombang-ambing masa depannya

Satu langit, satu matahari, dan satu kekuatan
Keadilan harus diwujudkan
Kebenaran harus diciptakan
Dan penindasan harus kita lawan
Demi perubahaan…….

Mari kita bersatu, dan saatnya kita bangun
Negeri ini dengan Republik Persatuan Rakyat
Tanpa ada system penindasan

Dari Rakyat, oleh Rakyat, dan untuk Rakyat
Agar nanti anak dan cucu kita hidup tanpa ada kesengsaraan
Dan bisa hidup dengan sejahterah

SALAM PEMBEBASAN……!!!

Jakarta, 17-April-2006
Sanggar belajar rakyat Miskin kota (SBRMK)
Panjul Div. Pendidikkan dan Bacaan PH-SPM Periode 2005-2007

Tidak ada komentar: