Rabu, 22 April 2009

Tolak Perda Tibum

Serikat Rakyat Miskin Kota - Serikat Pengamen Merdeka
(SRMK-SPM)
Jabotabek
JL. KP Guji Baru No. 19 RT 004/02 Kel. Duri Kepa Kec Kebon Jeruk Jakarta 11510
Tlp : 021-99846493


PERNYATAAN SIKAP

Batalkan PERDA TIBUM:
Sutiyoso dan Partai Pendukung Perda Tibum Musuh Rakyat Miskin !!!

Ramadan rakyat Jakarta, utamanya bagi rakyat miskin, tahun ini sungguh menyedihkan. Bulan yang harusnya disambut penuh dengan sukacita, dirusak suasananya oleh sejumlah keadaan buruk karena kegagalan Pemerintahan SBY-JK dalam mengelola dan mengontrol kenaikan harga sembako, serta dirusak dengan kebijakan anti rakyat miskin dari Pemerintahan Daerah Jakarta dan DPRD-nya. Begitulah keadaan buruk yang dihadapi oleh rakyat miskin Jakarta dewasa ini. Kehidupannya semakin buruk, bukannya menyelesaikan dan mengatasinya Pemerintah Jakarta dan Pemerintah Pusat justru menjadi sumber munculnya kesulitan-kesulitan hidup baru. Betapa tidak, setelah diberatkan dengan mahal dan langkanya minyak tanah, kenaikan harga minyak goreng, gula, serta semakin mahalnya biaya pendidikan anak-anaknya, sebagian rakyat miskin terus menghadapi penggusuran tanpa ganti layak. Pada saat kesulitan hidup yang bertubi-tubi itu dengan tanpa perikemanusiaan penguasa Jakarta (Pemerintah Daerah yang dipimpin Sutiyoso dan DPRD Jakarta) secara bersama-sama justru mengeluarkan PERDA (Peraturan Daerah) Tertib Umum yang isinya sungguh-sungguh menistakan rakyat miskin dan mengusik solidaritas sosial seluruh warga Jakarta.

Perda Tertib Umum melarang rakyat miskin berjualan di pinggir trotoar, taman, jalan raya tanpa diberi alternatif yang semestinya, misalnya memberi ruang berjualan dipusat-pusat perbelanjaan modern. Perda Tertib Umum juga melarang rakyat miskin tinggal di kolong tol, pinggir rel, kolong rel serta tempat-tempat yang dianggap mengganggu ketertiban, sekali lagi, tanpa disertai alternatif jalan keluar yang selayaknya. Perda Tertib Umum melarang keras seniman-seniman miskin mengamen di jalan dan ditempat-tempat umum, juga tanpa solusi. Yang lebih tidak masuk akal sehat lagi, seluruh warga Jakarta yang membeli dari pedagang jalanan, memberi rejeki pada pengemis, pengamen diancam dengan hukuman denda dan penjara. Apa arti semua ini bagi rakyat miskin di Jakarta? Jakarta hanya boleh ditinggali orang kaya, yang miskin silahkan pergi dari Jakarta atau mati!! Warga yang menghalangi- halangi program genocida (pembasmian) sosial ini akan dihukum keras!! Warga miskin yang menentang kebijakan ini akan dihukum lebih keras lagi!! Tentu saja guna menjamin kebijakan ini berjalan lancar, Pemda dan DPRD sudah menyiapkan ribuan Satpol DKI yang sudah teruji kebengisannya. Apalagi Satpol ini hasil didikan Sutiyoso yang sudah teruji memimpin pembantaian massa pendukung PDI Mega pada Peristiwa 27 Juli 1996.

Kepada seluruh Rakyat miskin Jakarta, ingatlah baik-baik fakta sejarah ini, jangan sedetik pun dilupakan. Bagi rakyat miskin yang masih percaya kepada PDIP: Perda Tibum adalah produk dari Sutiyoso –gubernur yang dicalonkan oleh PDIP, Perda Tibum disetujui oleh anggota DPRD dari PDIP. Bagi rakyat miskin yang masih percaya kepada partai-partai yang saat ini berkuasa di di DPRD Jakarta (P Golkar, P Demokrat, PKS, PAN, PDS, PBR), ingatlah baik-baik bahwa partai-partai ini juga menyetujui Perda Tibum yang keji dan ganas itu.

Ya, Pemda DKI dan partai-partai di DPRD mengharamkan rakyat miskin hidup di kota Jakarta. Namun Pemda DKI dan partai-partai yang duduk di DPRD pura-pura lupa atas tanggungjawab dan kegagalannya menyediakan lapangan kerja bagi Rakyat miskin di Jakarta, mereka pura-pura lupa atas tugasnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, mengatasi kenaikan harga sembako dan menyelenggarakan pendidikan gratis bagi rakyat Jakarta. Inilah kado terhebat dan paling terkutuk buat rakyat miskin dan warga Jakarta umumnya dalam menyambut bulan suci ramadhan tahun ini.

PERATURAN ini jelas-jelas menindas, menghancurkan serta membunuh kehidupan rakyat miskin. Partai-partai di DPRD DKI yang mendukung pengesahan PERDA TIBUM, juga pemerintah SBY-KALLA yang membiarkan DEPDAGRI untuk mengesahkan Peraturan ini adalah musuh rakyat dan jangan pernah dipilih lagi untuk duduk di kursi kekuasaan. Tak ada jalan lain bagi rakyat miskin untuk mempertahankan hidupnya kecuali terus-menerus melancarkan Aksi Protes habis-habisan dengan seruan:

1. Batalkan Peraturan Daerah Ketertiban Umum (PERDA TIBUM!;
2. Tolak penggusuran dan kriminalisasi kemiskinan!;
3. Bangun perumahan yang murah, layak dan massal bagi tunawisma dan penghuni perkampungan kumuh.
4. Turunkan harga sembako (minyak goreng, gula, beras) , obat-obatan dan BBM (minyak tanah dan elpiji)!;
5. Sediakan lapangan kerja yang bermartabat untuk seluruh angkatan kerja (Rakyat Miskin)!;
6. Selenggarakan Pendidikan dan kesehatan gratis, massal, dan layak!;
7. Bangun klinik kesehatan ibu dan anak yang layak, gratis dan massal;
8. Program jaminan peningkatan gizi bagi balita dan anak-anak!;
9. Selenggarakan Program Baca Tulis bagi rakyat usia dewasa yang buta huruf!;

Yang harus di lakukan PKL, ASONGAN, PENGAMEN, PENGEMIS, Rakyat Miskin, dan seluruh warga Jakarta yang masih menjunjung tinggi kemanusiaan:

· Jangan Berhenti Lancarkan Aksi Protes menetang PERDA TIBUM (tertib umum);
· Bentuklah organisasi sebagai alat untuk menyatukan semua rakyat miskin;
· Berjuanglah untuk turut serta dalam pencalonan Jabatan RT, RW, Pilkada Bupati/Gubernur, hingga Pemilu Legislatif (DPRD/DPR RI) dan Presiden tahun 2009. Tujuannya agar siapapun yang duduk dalam kekuasaan adalah benar-benar wakil dari rakyat miskin dan mempunyai simpati yang besar dan kemauan sekuat baja untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat agar penduduk miskin secepatnya terangkat kesejahteraannya. Dengan unsur-unsur dan karakter kekuasaan yang semacam ini maka seluruh kebijakan negara dapat diarahkan dalam kerangka pemberantasan kemiskinan.
· Bersatu-lah dengan kekuatan-kekuatan gerakan rakyat yang senasib, bersatu dengan kekuatan-kekuatan demokrasi yang bersimpati terhadap perjuangan kerakyatan.
· Jangan ragu atau bimbang, bergabunglah dengan kami.

Nasionalisasi Industri Pertambangan!
Hapuskan Hutang Luar Negeri!
Industrialisasi Nasional untuk Kesejahteraan Rakyat!!
HIDUP PERSATUAN & GERAKAN RAKYAT MISKIN !!

Jakarta, September 2007

Mengetahui,



Tri Gunawan
Juru Bicara

Tidak ada komentar: