Selasa, 27 Januari 2009

Blokir Jalan, Sandera Mobil Anggota Dewan


Cetak E-mail
Sabtu, 10 Januari 2009

SELONG – Kekesalan masyarakat Keruak atas lambannya instansi terkait dalam mengatasi sampah yang menggunung di tempat pembuangan sampah Pasar Keruak, kemarin (9/1) tak terbendung lagi.

Masyarakat yang digalang Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Keruak, melakukan unjuk rasa di depan terminal Keruak. Buntutnya, jalan raya diblokir, mobil salah seorang anggota DPRD ‘’disandera’’ massa. Warga menuntut Pemkab Lotim peka dan segera membersihkan sampah yang dikhawatirkan mengganggu kesehatan itu. Menurut mereka, sampah dari pasar dan pemukiman warga sekitarnya, sudah tiga bulan ditumpuk begitu saja. Karena membusuk akhirnya mengeluarkan bau tidak sedap yang menyengat dan dikhawatirkan menimbulkan penyakit bagi warga sekitar.
Menariknya, massa memblokir jalan jurusan Keruak yang berada di depan terminal Karuak itu dengan menggunakan sampah. Sebagian dari sampah-sampah yang dikeluhkan itu dipindahkan ke tengah jalan, kemudian dibakar menggunakan ban bekas.
Aksi massa makin tak terkendali ketika melihat mobil anggota DPRD Lotim dari Partai PKPI, H Mahnun melintas di sekitar jalan itu. Mobil Escudo warna merah dengan nomor polisi DK 644 GE itu dicegat, dihentikan dan ‘’disandera’’ beberapa saat.
Mahnun dipaksa turun dari mobilnya untuk melihat kondisi sampah tersebut. Di hadapan massa, Mahnun berjanji akan menyampaikan tuntutan masyarakat ke bupati dan dinas terkait, termasuk Camat Keruak. Akibat aksi pemblokiran tersebut, arus lalu lintas jalan jurusan Keruak-Pancor sempat macet total. Untung petugas dari Polsek Karuak dan DLAJR berhasil mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif.
‘’Kami akan terus melakukan aksi sampai sampah ini dibersihkan oleh pemkab, sebab pemerintah kecamatan dan petugas kebersihan (seolah) sudah tidak peduli lagi dengan keluhan masyarakat,’’ tandas Sayadi, koordinator aksi.
Massa juga menyoroti baliho dua calon anggota legislatif di samping sampah. Mereka menilai calon anggota dewan itu tidak peka,’’ kata Sayadi dalam orasinya. Ketua Asosiasi Serikat Sopir Patuh Angen Keruak, Muhdi mengatakan pejabat Lotim perlu turun ke masyarakat. ‘’Jangan hanya bisa memberi janji,’’ tegasnya.
Aksi warga baru berakhir setelah mendapat kepastian dari Camat Keruak, Khairul Anam, bahwa tumpukan sampah itu segera dibersihkan. ‘’Kami sudah koordinasi dengan Pak Kades, Kadus dan kepala Pasar Keruak agar segera membersihkan tumpukan sampah itu,’’ ujar Khairul Anam. (ulu)

Tidak ada komentar: