| ||
|
|
Laporan : Egidius Patnistik Jakarta, KCM
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tak akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi ribuan korban penggusuran yang kini tak berumah. "Pemprov tidak memprogramkan pembangunan tempat penampungan sementara," kata Kepala Subdinas Kesiagaan Dinas Tramtib DKI Jakarta Syarifuddin Arsyad dalam pertemuan dengan korban penggusuran di Kantor Kementerian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Jakarta, Kamis (30/10). Dalam pertemuan itu, hadir pula, Menko Kesra Jusuf Kalla dan Wakil Wali Kota Jakarta Barat Djiman Murdiman Saroso. Arsyad, saat itu, menawarkan warga bisa memanfaatkan panti-panti sosial milik Dinas Bina Mental dan Kesejahteraan Sosial sebagai tempat penampungan sementara. Kendati demikian, warga korban penggusuran ragu dengan tawaran tersebut. Alasannya, mereka tidak yakin panti-panti sosial itu bisa menampung ribuan warga yang saat ini kehilangan tempat tinggal. Tagih janji Pada kesempatan itu juga, belasan warga korban gusuran didampingi aktivis Dita Indah Sari bisa berdialog langsung dengan Jusuf Kalla. Para warga menuntut agar diberi tempat penampungan sementara. Tuntutan lain, warga minta agar penggusuran dihentikan sampai tempat penampungan sementara disiapkan. Janji Jusuf Kalla untuk memberikan bantuan kemanusiaan berupa uang sebesar Rp 300 ribu juga ditagih warga. Sementara, Jusuf Kalla mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk 900 kepala keluarga (KK) melalui Dinas Bina Mental tersebut. Bantuan untuk 400 KK lainnya akan disalurkan besok, Jumat (31/10). Kemudian, soal tuntutan tempat penampungan sementara, Jusuf tak menjawab secara jelas. Ia hanya mengatakan dalam satu atau dua tahun ke depan, pemerintah berencana membangun satu juta unit rumah murah di seluruh Indonesia. Sebetulnya, dalam kesempatan tersebut, sedikitnya 200 orang korban gusuran, kebanyakan perempuan dan anak-anak, dari Cengkareng Timur, Tambora, dan Tanjung Duren, Jakarta Barat, yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Tergusur sejak pukul 11.30 WIB sudah memenuhi halaman Gedung Kementerian Kesra di Jalan Medan Merdeka Barat. Menko Jusuf Kalla pun sudah siap menerima mereka pada pukul 12.30 WIB. Tapi, karena menunggu kehadiran pihak Pemprov DKI, warga baru bisa diterima sekitar pukul 15.30 WIB. (prim) |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar