Selasa, 09 Desember 2008

Berita Juang

Korban Penggusuran Tambora Diberi Waktu Hingga Senin

Jum'at, 29 Agustus 2003 | 09:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Para warga yang masih bertahan dilokasi setelah penggusuran areal perumahan liar Jembatan Besi Tambora, Jakarta Barat, diberi waktu oleh PT Cakra Wira Bumi Mandala hingga Senin depan. Hingga Jumat (29/8) ini, menurut Jurubicara Laskar Pemuda Rakyat Miskin, Marlo Sitompul, yang membantu warga, masih ada 300 kepala keluarga yang bertahan.

Kebanyakan mereka yang masih bertahan di lokasi penggusuran karena tidak punya uang cukup untuk pulang kampung atau mencari kontrakan sementara. Sementara, kontrakan di daerah sekitar Jembatan Besi ataupun Krendang tiba-tiba melonjak harganya hingga dua kali lipat. Semula cuma Rp 100 ribu bisa menjadi Rp 150 ribu per bulan.

Proses penggusuran telah selesai. Alat-alat berat yang masih tersisa digunakan untuk memindahkan puing-puing bangunan yang tersisa. Kini, daerah seluas 5,5 hektar yang semula berupa deretan rumah-rumah semi permanen yang sangat padat, menjadi daerah gersang berdebu yang dipenuhi bukit-bukit tumpukan puing batu bata, potongan triplek bekas dan kaso-kaso bekas. Beberapa orang berusaha mengais-ngais tumpukan itu untuk menemukan barang-barang yang bisa dijual. Di sisi luar areal, kini para pekerja bangunan dari PT Cakra sedang membangun pagar beton mengelilingi areal setinggi dua meter.

Sementara itu, warga yang tersisa tersebar di lima titik. Masing-masing titik biasanya memasak konsumsi mereka sendiri-sendiri. Hingga kini belum banyak pihak yang memberikan bantuan, kecuali masing-masing titik mendapat terpal berwarna biru dan uang sebesar Rp 400 ribu. Uang itu berasal dari lembaga swadaya masyarakat, 27 Agustus lalu.

Tidak ada komentar: